BAB 5 MANUSIA, NILAI, MORAL, DAN HUKUM

Posted: April 4, 2012 in Uncategorized

BAB 5

MANUSIA, NILAI, MORAL, DAN HUKUM

  1. A.     Hakikat Nilai Moral dalam Kehidupan Manusia
  1. Pengertian Nilai, Etika, Moral, dan Hukum

Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna.

Etika (ethos) berasal dari bahasa Yunani yang artinya adat kebiasaan. Etika digunakan untuk menyebut ilmu dan prinsip dasar penilaian baik-buruknya perilaku manusia atau berisi tentang kajian ilmiah terhadap ajaran moral.

Norma merupakan kaidah atau aturan-aturan yang berisi petunjuk tentang perilaku yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia dan bersifat mengikat.

Norma dalam kehidupan :

Ë Norma Agama

  • Berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.
  • Tujuan : terciptanya masyarakat yang agamis, tertib, tentram, rukun, damai, dan sejahtera, sahingga persatuan dan kesatuan dalam masyarakat dapat terwujud.

Ë Norma Masyarakat / Sosial

  • Bersumber dari masyarakat sendiri.
  • Pelanggaran atas norma sosial akan berakibat pengucilan dari pergaulan masyarakat.

Ë Norma Kesusilaan

  • Berasal dari diri setiap manusia.
  • Pelanggaran atas norma ini akan menimbulkan rasa penyesalan.

Ë Norma Hukum

  • Berasal dari Negara.
  • Pelanggaran atas norma ini akan dikenai hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 

  1. Ciri-Ciri Nilai

Menurut Bambang Daroeso (1986), ciri-ciri nilai adalah sebagai berikut :

  1. Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindra. Misalnya kejujuran.
  2. Nilai yang memiliki sifat normative. Nilai diwujudkan dalam bentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya nilai keadilan.
  3. Nilai berfungsi sebagai motivator dan manusia adalah pendukung nilai. Misalnya nilai ketakwaan.

 

  1. Macam-Macam Nilai

Dalam filsafat, nilai dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

  1. Nilai logika, adalah nilai benar salah
  2. Nilai estetika, adalah nilai indah dan tidak indah
  3. Nilai etika / moral, adalah nilai baik buruk

Notonegoro (dalam Kaelan, 2000) menyebutkan adanya tiga macam nilai, yaitu :

  1. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia.
  2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan kegiatannya,
  3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

 

  1. Proses Terbentuknya Nilai, Etika, Moral, Norma, dan Hukum dalam Masyarakat dan Negara

Prose terbentunya nilai, etika, moral, norma, dan hukum berjalan melalui suatu kebiasaan untuk berbuat baik, suatu disposisi batin untuk berbuat baik yang tertanam karena dilatihkan, suatu kesiapsediaan untuk bertindak secara baik, dan kualitas jiwa yang baik dalam membantu kita untuk hidup secara benar.

  1. 5.      Dialektika Hukum dan Moral dalam Masyarakat dan Negara

 

Hukum disebut adil bila secara moral memang adil. Hukum tidak bisa menilai dirinya sendiri apakah hukum itu adil atau tidak, namun hukum sendiri harus menilai bahwa semestinya sifat dari hukum itu adalah adil.

 

  1. Perwujudan Nilai, Etika, Moral, dan Norma dalam Kehidupan Masyarakat dan Negara

 

Perwujudan nilai-nilai, etika, moral, dan norma dalam keyakinan iman bisa saja diterapkan sebagai hukum jika norma moral yang terkandung didalamnya bersifat universal. Akan tetapi jika nilai-nilai tersebut sifatnya lokal, maka tidak bisa diterapkan menjadi sebuah hukum yang berlaku untuk seluruh masyarakat.

 

  1. Nilai di Antara Kualitas Primer dan Kualitas Sekunder

Kualitas primer yaitu kualitas dasar yang tanpa objek tidak bisa menjadi ada. Sedangkan kualitas sekunder merupakan kualitas yang dapat ditangkap oleh pancaindera seperti warna, rasa, bau, dan sebagainya.

  1. 8.      Tuntutan dan Sanksi Moral, Norma, Hukum dalam Masyarakat Bernegara

 

Tidak ada kewajiban dan aturan berarti tidak ada tindakan kebaikan. Oleh karena itu, pada umumnya apabila seseorang telah melakukan kesalahan didalam masyarakat, tuntutan dan sanksi yang akan diterimanya adalah dikucilkan, merasa dipermalukan, dicap orang sebagai orang yang tidak tahu aturan, dan lain sebagainya.

 

  1. Keadilan, Ketertiban, dan Kesejahteraan Masyarakat sebagai Wujud Masyarakat Bermoral dan Menaati Hukum

Kualitas manusia tidak ditentukan oleh keahlian atau kemampuan yang ia miliki melainkan oleh kualitas watak pribadinya. Dengan moralitas yang tinggi, akan terwujud keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan dalam masyarakat.

  1. 10.  Nilai Moral sebagai Sumber Budaya dan Kebudayaan

Ciri utama suatu masyarakat adalah suatu kebudayaan sebagai hasil berbagai karya, rasa, dan cipta manusia selaku makhluk berakal. Moral diperlukan untuk memahami kehidupan yang baik, khususnya dalam hubungan horizontal antarsesama.

v  Nilai moral sebagai sumber budaya

Ada dua jenis sumber moral, yaitu dari Tuhan Yang Maha Esa dan dari manusia. Seseorang bisa dikatakan tidak bermoral apabila ia melanggar budaya atau tradisi yang berlaku ditempatnya. Cukup pantas jika kita mengatakan bahwa budaya sebagai moral dan moral sebagai budaya.

 

v  Nilai moral sebagai rujukan nilai budaya

 

v  Nilai moral sebagai nilai luhur budaya bangsa

Moral bersifat kodrati. Apabila kita terus-menerus berbuat baik sehingga terbiasa dan membudaya akan menyebabkan kita disebut orang yang beradab. Perbuatan selalu menjadi acuan dalam hidup bermasyarakat.

 

v  Nilai moral sebagai hasil penilaian

Adanya perbedaan dalam perwujudan budaya disebabkan lingkungan yang berbeda menurut keadaan, waktu, dan tempat. Apabila kebudayaan dihubungkan dengan peradaban, akan muncul pernyataan walaupun peradaban rendah belum tentu kebudayaannya rendah.

 

v  Nilai moral sebagai nilai objektif dan nilai subjektif bangsa

 

v  Nilai moral sebagai kebudayaan dan peradaban sebagai nilai masyarakat

 

Hasil karya manusia memiliki nilai estetika, sedangkan adat tata kelakuan dan system sosial memiliki nilai etika. Manusia selalu menghendaki nilai yang baik daripada nilai yang buruk. Sistem nilai budaya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia.

 

  1. B.     Problematika Pembinaan Nilai Moral
    1. 1.      Pengaruh Kehidupan Keluarga dalam Pembinaan Nilai Moral

Keluarga berperan sangat penting bagi pembinaan nilai moral anak. Hal ini karena dalam keluargalah, pendidikan pertama dan utama anak sebelum memasuki dunia pendidikan dan masyarakat. Kehidupan keluarga akan memengaruhi perkembangan jiwa dan moral anak.

  1. 2.      Pengaruh Teman Sebaya terhadap Pembinaan Nilai Moral

Pergaulan dengan teman sebaya sangat memengaruhi sikap dan perilaku seorang anak. Berteman dengan teman yang tidak baik akan mengakibatkan anak meniru hal-hal negatif. Sedangkan jika berteman dengan teman yang baik maka anak juga akan terpengaruh menjadi baik seperti temannya.

  1. 3.      Pengaruh Figur Otoritas terhadap Perkembangan Nilai Moral Individu

Figur otoritas seperti presiden, wakil presiden, para menteri, pejabat, anggota DPR dan MPR, para artis, dan lain-lain harus memberi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-harinya karena pengaruh figur otoritas terhadap perkembangan nilai moral individu sangat besar.

  1. 4.      Pengaruh Media Telekomunukasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral

Penyalahgunaan sarana telekomunikasi yang seharusnya digunakan sesuai fungsinya cukup mempengaruhi sikap dan perilaku generasi muda. Misalnya dalam kasus penyalahgunaan internet untuk mendownload film porno. Tidak ada filter atau benteng yang kokoh untuk melawannya, kecuali iman dan takwa.

  1. 5.      Pengaruh Media Elektronik dan Internet terhadap Pembinaan Nilai Moral

Media elektronik dan internet yang seharusnya digunakan sebagaimana mestinya telah cukup banyak disalahgunakan sehingga mengakibatkan nilai moral merosot.

  1. C.     Manusia dan Hukum

Manusia tidak pernak terlepas dari hukum. Manusia yang sadar hukum akan selalu bersikap dan bertindak sesuai hukum yang berlaku, seperti memiliki SIM, dan memakai helm standar bagi pengendara sepeda motor.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s