BAB 4 MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL

Posted: April 4, 2012 in Uncategorized

BAB 4

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL

            Manusia adalah khalifah yang diturunkan oleh Tuhan di muka bumi dalam bentuk yang sebaik-baiknya untuk memakmurkan bumi. Kelebihan manusia bila dibandingkan dengan binatang dari segi biologis adalah manusia memiliki :

  1. Otak yang besar dan susunan saraf yang kompleks.
  1. Alat bersuara yang khas.
  2. Tanngan dan jari-jari yang bebas digerakkan.
  3. Anggota badan yang memungkinkan manusia untuk berdiri tegak.

Kepandaian manusia dalam mengolah alam untuk mengatasi kehidupan inilah yang erat kaitannya dengan kebudayaan. Adapun 7 pokok perbedaan tinngkah laku manusia dengan makhluk lain, yaitu :

  1. Sebagian besar kelakuan manusia dikuasai oleh akal, sedangkan hewan oleh nalurinya.
  1. Sebagian besar kehidupan manusia dapat berlangsung dengan bantuan peralatan kerja sebagai hasil kerja akal.
  2. Sebagian besar kelakuan manusia didapat dan dibiasakan melalui proses belajar, sedangkan hewan melalui proses naluri.
  3. Manusia mempunyai bahasa lisan dan tulisan, sedangkan hewan tidak.
  4. Pengetahuan manusia bersifat akumulatif (terus berkembang).
  5. Sistem kerja diatur sedemikian rupa dengan keterampilan masing-masing.
  6. Masyarakat (manusia) sangat beraneka ragam.

Manusia mempunyai profil pribadi yang inik. Itulah sebabnya budaya atau kebudayaan yang diciptakan manusia beraneka ragam. Contohnya:

  • Di ujung selatan Amerika tinggal suku bangsa “Ona” dan “Yahgan” yang menangkap ikan.
  • Di daerah gurun Kalahari (Afrika Selatan) tinggal orang Bushmen sebagai pemburu binatang gurun.
  • Pola hidup berburu dan meramu di daerah rawa-rawa di pantai Papua Barat.
  • Suku Indian Zuni di gurun New Mexico yang hidup bercocok tanam.

Perbedaan-perbedaan ini disebabkan oleh :

  1. Perbedaan iklim
    1. Perbedaan dalam sejarah budaya
    2. Pengalaman bersama
    3. Pandangan mengenai alam raya
    4. Perkembangan ilmu dan teknologi dalam komunikasi

4.1  Makna Manusia Seutuhnya

Manusia adalah makhluk tertinggi ciptaan Tuhan. “Akal” dan “budi”lah yang membedakannya dari makhluk yang lainnya.

Terdapat dua tinjauan tentang pertanyaan “Darimana dan siapa manusia pertama di bumi”, yaitu :

  • Dari tinjauan teoritis (Teori Darwin)

Charles Darwin (Inggris, 1809-1882), menerbitkan buku “On The Origin of Species by Mean of Natural Selection” dan menyatakan bahwa manusia berasal dari evolusi makhluk di bawahnya. Jadi, manusia berasal dari sejenis kera. Namun, Darwin tidak dapat menjelaskan bagaimana proses perubahan hewan itu menjadi manusia sempurna.

  • Dari tinjauan keagamaan (religius)

Berdasarkan tinjauan keagamaan, manusia pertama ciptaan Tuhan adalah Adam, dan dari salah satu tulang rusuk Adam diciptakanlah Hawa sebagai jenis wanita. Dari kedua jenis manusia itulah maka berkembang manusia yang kini tersebar di seluruh dunia.

4.2 Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Tuhan

  • Makhluk religi

Yaitu manusia sebagai makhluk yang cenderung untuk beragama, karena manusia mempercayai adanya kekuatan yang prima diluar dirinya.

  • Manusia berstatus sebagai makhluk individu

Manusia memiliki kekhasan sendiri-sendiri.

  • Manusia sebagai makhluk sosial

Manusia senantiasa berhubungan dengan manusia yang lain untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.

  • Manusia sebagai makhluk miliu

Yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang peduli pada alam sekitarnya.

  • Manusia sebagai makhluk yang percaya pada causa prima

Yaitu manusia yang percaya bahwa segala kehendak dan tindakan kita ini dikendalikan oleh Tuhan.

4.3 Hakikat Manusia Sebagai Individu

Manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, tetapi juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang merupakan pribadi yang khas menurut corak kepribadiannya.

4.4 Hakikat Manusia Sebagai Anggota Keluarga

Manusia dilahirkan dari keluarga dan kelak akan membentuk keluarga. Keluarga adalah kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat.

4.5 Siapakah Masyarakat Itu?

Masyarakat adalah sekumpulan orang-orang yang bersatu dan disatukan oleh kebudayaan yang sama.

4.6 Bermasyarakat dalam Bebagai Jenis Kehidupan yang Meliputi Jenis-Jenis Tatanan Hidup Berkelompok

  • Konsep kelompok sosial budaya
    • Lingkungan sosial budaya

Lingkungan sosial budaya adalah sejumlah manusia yang hidup berkelompok dan saling berinterakasi secara teratur guna memenuhi kepentingan bersama.

  • Bentuk sosial budaya

Bentuk sosial budaya artinya setiap kelompok sosial budaya mempunyai batas-batas yang telah ditentukan berdasarkan tipe kelompok yang membedakannya dari kelompok yang lain.

Empat macam tipe kelompok sosial budaya :

  1. Berdasarkan geografis, seperti desa, kota, daerah pegunungan.
  2. Berdasarkan perkawinan dan hubungan darah, seperti keluarga.
  3. Berdasarkan kepentingan yang sama, seperti koperasi, LSM, dan yayasan.
  4. Berdasarkan keahlian professional, seperti kelompok profesi dan kelompok pengusaha.
  • Cara hidup sosial budaya

Yaitu, sikap, perbuatan, dan tujuan serta cara pencapaiannya sudah dipolakan oleh organisasi kelompok dalam seperangkat tuntunan dan pedoman tertulis yang disebut Anggaran Dasar dan Kode Etik. Dalam Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, kode etik merupakan pandangan hidup kelompok yang bersangkutan. Namun, pandangan hidup tidak dibuat dalam bentuk tertulis seperti kode etik, tetapi hidup dan berkembang secara alamiah dalam pikiran yang disebut system nilai budaya.

  • Tujuan sosial budaya

Tujuan setiap kelompok sosial budaya berbeda antara satu sama lain, sesuai dengan tipe kelompok sosial budaya masing-masing. Atas dasar tersebut, tujuan kelompok sosial budaya pada dasarnya dapat dibedakan menjadi :

  1. Membentuk dan memelihara persatuan dan kesatuan hidup bersama secara tertib, damai, dan sejahtera dalam wadah kesatuan geografis.
  2. Membentuk dan memelihara kehidupan rumah tangga bahagia lahir dan batin dalam wadah ikatan perkawinan dan hubungan darah.
  3. Mewujudkan kesejahteraan bersama, menghapuskan kemiskinan, membasmi penyakit masyarakat, dan mencegah tindakan tidak manusiawi dalam wadah kepentingan yang sama.
  4. Melayani kepentingan klien berdasarkan keahlian profesional dalam wadah organisasi profesi.
  • Kebutuhan manusia

Kebutuhan manusia pada dasarnya meliputi tiga jenis kebutuhan, yaitu :

  • Kebutuhan jasmani

Dapat berupa sandang, pangan, papan (rumah), dan olahraga.

  • Kebutuhan rohani

Terdiri atas kebutuhan pendidikan dan pelatihan, hiburan, kesenian, dan keagamaan.

  • Kebutuhan biologis

Yaitu kebutuhan yang berguna bagi pengembangan keluarga dan kelangsungan generasi.

  • Pemenuhan kebutuhan

Apabila ketiga kebutuhan dapat dipenuhi melalui masyarakat, berlakulah bahwa manusia adalah makhluk sosial.

4.7  Peranan, Status, Kepemimpinan, dan Kelompok

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain (yang dipimpin), sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana yang dikendakai pemimpin tersebut.

4.8  Struktur dan Sistem Sosial

  • Struktur sosial
    • Pengertian

Pengertian struktur sosial bisa dibedakan menjadi dua. Pertama, struktur sosial dalam arti konkret, yaitu mencakup lembaga-lembaga yang sudah tidak asing lagi seperti keluarga, sekolah, pengadilan, dan lain-lain. Kedua, struktur sosial dalam arti analisis, yaitu kaidah-kaidah sosial yang sudah melembaga dalam struktur konkret.

  • Unsur-unsur struktur sosial
  1. Kelompok-kelompok sosial
  2. Kebudayaan
  3. Lembaga sosial
  4. Stratifikasi sosial
  5. Kekuasaan dan wewenang
  • Jenis-jenis struktur sosial
  1. Struktur kaku dan struktur luwes.
  2. Struktur formal (memiliki ketetapan hukum) dan struktur informal (tidak berketetapan hukum).
  3. Struktur homogen (memberikan pengaruh yang sama terhadap lingkungannya) dan struktur heterogen.
  4. Struktur mekanis (anggota tetap) dan struktur statistic (jumlah anggota tertentu harus dipenuhi).
  5. Struktur kewibawaan (anggota tidak mempunyai kesempatan mengemukakan pendapat) dan struktur kerjasama (menerapkan prinsip kerja sama).
  6. Struktur atas (segolongan orang yang memegang kekuasaan) dan struktur bawah (tidak mempunyai kekuasaan).
  • Sistem Sosial

Sistem sosial adalah seluruh kegiatan yang berupa tindakan dan dilakukan oleh seseorang, baik sebagai kelompok maupun sebagai individu dalam melakukan interaksi antar sesamanya.

Masyarakat sebagai suatu system sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Adanya sejumlah orang yang tinggal dalam suatu daerah tertentu.
  • Mempunyai hubungan yang tetap satu sama lain.
  • Dari hubungan itu, mereka membentuk suatu system hubungan antar manusia.
  • Mereka terlibat karena memiliki kepentingan bersama.
  • Memiliki tujuan bersama dan mengadakan kerjasama.
  • Mengadakan ikatan berdasarkan unsur-unsur sebelumnya.
  • Memiliki perasaan solidaritas dan perasaan berbagi rasa.
  • Mereka sadar bahwa diantara mereka, tergantung satu sama lain.
  • Mereka dengan sendirinya membentuk norma-norma berdasarkan sistem yang terbentuk.
  • Membentuk kebudayaan yang sama berdasarkan unsur-unsur yang ada.

Bentuk-bentuk proses sosial :

  1. Sosisalisasi

Merupakan proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri.

  1. Pengendalian sosial

Adalah suatu proses yang bersifat mendidik serta mengajak, bahkan memaksa anggota masyarakat untuk mematuhi norma-norma dan nilai-nilai sosial.

4.9  Hakikat Masyarakat dan Makna Manusia sebagai Makhluk Sosial

 

  • Makna individu

Indivdu berasal dari bahasa latin, yaitu individum yang artinya “yang tak terbagi”. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tinngkah laku spesifik dirinya.

  • Makna keluarga

Makna keluarga menurut beberapa ahli :

  • Sigmund Freud, berpendapat keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan antara pria dan wanita.
  • Dewi Sulistya, berpendapat keluarga terdiri atas orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi.
  • Makna masyarakat

Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

Syarat-syarat suatu masyarakat :

  1. Ada kumpulan manusia dalam jumlah yang banyak.
  2. Telah bertempat tinggal dalm waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu.
  3. Adanya aturan-aturan yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

4.10          Fungsi dan Tugas Manusia sebagai Makhluk Sosial

  • Fungsi manusia dalam masyarakat

Manusia di masyarakat berfungsi sebagai penyusun masyarakat itu sendiri.

  • Tugas manusia dalam masyarakat

Manusia berperan dalam interaksi di masyarakat itu sendiri, memakai atribut masyarakat, dan menjaga dan melestarikan norma-norma dan tradisi masyarakat.

  • Masyarakat sebagai wadah pemanusiaan individu

Dengan hidup di masyarakat, individu akan menjadi manusia seutuhnya. Masyarakat dijadikan wadah untuk memanusiakan individu, karena individu memerlukan orang lain untuk menjadi makhluk sosial.

  • Tugas keluarga membina individu sebagai makhluk sosial

Keluarga bertugas mentransfer kebudayaan yang ada di masyarakat untuk diberikan kepada anggotanya.

  • Individu sebagai anggota keluarga

Individu memiliki relasi mutlak dengan keluarga. Dia dilahirkan dari keluarga, tumbuh, dan berkembang untuk kemudian membentuk keluarganya sendiri.

  • Individu sebagai anggota masyarakat

Individu merupakan bagian dari masyarakat.

4.11          Perubahan dan Stratifikasi Sosial

 

  • Pengertian stratifikasi sosial

Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarki.

  • Unsur-unsur dalam stratifikasi sosial
    • Status
  1. Status yang diperoleh, yaitu status yang diberikan kepada individu sejak lahir.
  2. Status yang diraih, yaitu status yang dicapai oleh seseorang dengan cara disengaja, tidak diberikan sejak lahir.
  • Peran

Peran adalah pelaksanaan hak-hak dan kewajiban sesuai dengan status atau kedudukan seseorang.

  • Terjadinya stratifikasi sosial dan fungsinya
    • Terjadinya stratifikasi sosial
  1. Terjadi secara alamiah (dengan sendirinya).
  2. Terjadi karena bentukan untuk mencapai tujuan bersama.
  • Fungsi stratifikasi sosial
  1. Menjelaskan kedudukan seseorang pada tempat-tempatnya dalam masyarakat.
  2. Memberi imbalan pada yang melaksanakan tugas dengan baik dan menghukum yang tidak melaksanakan tugas dengan baik.
  3. Terjadinya ketertiban dan penertiban sosial yang terlembagakan dalam masyarakat.
  4. Dasar-dasar stratifikasi sosial.
  • Bentuk-bentuk stratifikasi sosial
  • Berdasarkan kriteria ekonomi
  1. Kelas sosial atas
  2. Kelas sosial menengah
  3. Kelas sosial bawah
  • Berdasarkan kriteria sosial

Pembedaan anggota masyarakat ke dalam kelompok tinngkatan sosial berdasarkan status sosialnya (kedudukan sosial).

  • Berdasarkan kriteria politik

Yaitu kelompok lapisan atas elite kekuasaan dan kelompok lapisan bawah (yang dikuasai).

  • Berdasarkan kritria pekerjaan

Setelah orang mengembangkan berbagai jenis pekerjaan khusus, mereka menyadari bahwa jenis-jenis pekerjaan tertentu lebih terhormat daripada pekerjaan lainnya.

  • Berdasarkan kriteria dihormati

Kelompok yang biasanya disegani atau dihormati adalah golongan tua atau orang yang banyak berjasa terhadap masyarakat.

  • Berdasarkan kriteria suku bangsa

Misalnya dalam masyarakat Jawa, terdapat pelapisan sosial seperti :

  1. Golongan priyayi, yaitu orang-orang keturunan bangsawan, para pegawai pemerintahan, dan kaum cendekia.
  2. Golongan wong cilik, yaitu para petani, tukang, pedagang kecil, dan buruh.
  • Pengaruh stratifikasi sosial dalm kehidupan masyarakat

 

  • Terjadinya hierarki dalam berbagai struktur sosial

Karena dalam masyarakat terdapat berbagai struktur sosial, akhirnya akan terjadi hierarki atau perjenjangan sosial.

  • Munculnya lambang-lambang status sosial

Kelompok-kelompok yang menduduki status tertentu sering menggunakan lambang-lambang tertentu yang warna dan bentuknya tidak sama antara yang satu dengan yang lain.

  • Penindasan oleh segmen-segmen besar dalam masyarakat

Segolongan orang dalam suatu strata, jika dibandingkan dengan orang-orang dari kelompok strata-strata yang lain akan terlihat lebih jelas perbedaan-perbedaan dalam soal hak, penghasilan, pembatasan, dan kewajiban.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s